Wednesday, May 14, 2008

Pasadena Ala Surabaya

Parade Seni Budaya pada Minggu, 27 April 2008 lalu diadakan dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-715, juga bersamaan dengan Peringatan Hari Pendidikan Angakatan Laut (AL) Surabaya. Penyelenggaraan HJKS digelar dengan menampilkan pawai mobil/truk hias yang tertutup hiasan penuh bunga dan atraksi seni budaya dari berbagai daerah Nusantara maupun Mancanegara, yang mencerminkan kondisi sosial budaya Kota Surabaya saat ini. Acara Parade Seni dan Budaya (culture parede) di berangkatkan oleh Wakil Walikota Surabaya Drs.Arif Affandi. Pawai/Karnaval yang akan dimulai (start) peserta pertama dari Jl. Pahlawan pada pukul 10.00 wib dan berakhir (finish) di Taman Surya, pelaksanaan parade ini berakhir pada pukul 14.00 wib, parade menempuh perjalanan sepanjang 3,3 km dengan waktu tempuh sekitar 70 menit. Adapun rute yang dilalui, dimulai dari Jl. Pahlawan menuju Jl. Gemblongan, Jl. Gubernur Suryo, Jl. Yos Sudarso, Jl. Jaksa Agung Suprapto (sisi timur) dan berakhir di Taman Surya (pintu barat) Parade Budaya yang dimeriahkan oleh peserta dari seluruh Kecamatan dan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya, BUMN dan BUMD, Taruna AAL, Perusahaan Swasta dari bidang industri, pariwisata, perhubungan, kesehatan, pendidikan, sosial, agama, lingkungan hidup maupun telekomunikasi ini, peserta parade menampilkan atraksi budaya dengan berbagai nuansa, seperti nuansa kampung Suroboyo, budaya Arab, budaya Melayu, budaya Bali, budaya pantai, budaya negara sahabat seperti budaya Jepang, Malaysia, Arab dan Thailand, serta nuansa budaya kota lainnya seperti Jogja, Madura dan lain-lain. Proses pengamanan acara tersebut panitia melibatkan ± 1040 personil dari unsur Polwiltabes, Garnisun, Bakesbang dan Linmas, Dinas Perhubungan, Satpol PP kesehatan dan Satkom Surya, Selama berlangsungnya acara arus lalu lintas menggunakan sistem buka tutup, penutupan arus dimulai pukul ± 08.30; mulai dari TL. Arus dari Jl. Veteran dibelokan kekanan Jl. Kebonrojo, Jl. Indrapura dst dan kekiri Jl. Semut, Jl Undaan. dst (lihat lampiran). Saat peserta parade diberangkatkan sejumlah ruas jalan ditutup. Diantaranya; Jl. Pahlawan - Jl. Kramat Gantung, Jl. Tunjungan, Jl. Gub Suryo - Jl. Yos Sudarso, Jl. Walikota Mustajab - Jl. Jaksa Agung Suprapto sisi timur, Jl. Sedap Malam (finish), Drs.Hari Tjahjono Kabag Humas dan Protokol Kota Surabaya mengatakan bahwa suasana hangat dan bersemangat Perayaan Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya ke 715 akan dapat dijumpai dan rasakan masyarakat pada setiap sudut Kota Surabaya. Sebab sejatinya Ulang Tahun sebuah Kota adalah Ulang Tahun bagi warga itu sendiri. Oleh karena itulah seluruh warga kota dapat meluangkan waktu bersama keluarga, teman ataupun orang orang terdekat untuk menikmati percikan berbagai atraksi seni khas Suroboyoan dan daerah lain. Luapan pengunjung dari masyarakat Surabaya begitu antusias mengikuti acara parade ini, semula jarak penonton tidak boleh dekat dengan para undangan, tapi karena begitu antusias peraturan ini tidak dihiraukan masyarakat, "namanya nonton mas mesti dekat kalau jauh nggak puas" ujar salah seorang pengunjung.

Stuart Colin "Antara Impian dan Kenyataan"

Nama : Stuart Colin Turner Nickname : Stuart TTL : Shrewburry, 28 September 1990 Hobi : Balap Mobil, sepakbola dan basket Tempat Hangout : Mall Makanan Favorit : Nasi Goreng Tinggi badan : 185 cm Prestasi : Cover Boy ANEKA 2006 (juara I) Sinetron : Mutiara (sbg Reza), Namaku Mentari (sbg Samudra) Iklan : Bajaj Pulsar Fasih Bahasa Indonesia Ternyata, meskipun lahir dan tinggal selama 3 tahun di Inggris, cowok keturunan Jerman - Sunda ini sudah fasih ngomong dengan bahasa Indonesia. Lihat aja perannya di sinetron, Stuart sama sekali nggak kagok dan lancar banget pas take. Cuma...ada satu hal yang masih jadi kendala Stuart saat ngobrol dengan orang lain. Apa itu? Hmm...ternyata cowok jangkung ini masih susah buat pengucapan huruf ‘r’. Stuart mengaku kalau dia masih terdengar cadel pas ngucapin kata yang ada ‘r’ nya. Tapi kendala itu nggak lantas membuat Stuart minder. Malah, dia menjadi supel dan punya banyak teman. Demi Nenek Usut punya usut, cowok yang mengaku dirinya jahil dan konyol ini punya cita-cita menjadi pembalap lho. Tapi, demi neneknya, Stuart rela melupakan cita-citanya itu. Lho? Ya...sang nenek ternyata pengen banget lihat Stuart muncul di televisi. Lebih tepatnya beradu akting dengan artis-artis tenar. Stuart yang sayang banget sama neneknya ini akhirnya meluluskan cita-cita terpendam sang nenek. Meski pada dasarnya, Stuart masih pengen jadi pembalap. Mulai dech Stuart rajin ikut casting di beberapa rumah produksi. Awalnya cowok yang duduk di bangku SMUN 84 Jakarta ini cuma diterima menjadi figuran dengan bayaran Rp. 50 ribu. Sayangnya, sebelum dapat peran di sinetron ‘beneran’ yang tayang tiap hari, sang nenek meninggal dunia. I’t’s okey Stuart, yang penting kamu sudah berusaha.... Tetap Menjadi Murid Biasa Meski sekarang Stuart sudah tenar dan banyak dikagumi cewek-cewek, itu nggak membuatnya menjadi ‘murid istimewa’. Di sekolahnya, Stuart mengaku sering mendapat teguran dan hukuman karena telat datang ke sekolah. Alasannya nggak lain karena susah bangun pagi. Gimana nggak, pulang syuting aja jam satu atau empat subuh, padahal Stuart harus berangkat ke sekolah jam enam pagi. Apalagi jam istirahatnya di rumah menjadi berkurang. Kegiatan seabrek, plus jadwal syuting yang padat. Tapi cowok yang suka main games ini enjoy aja dan nggak mempermasalahkan hal itu. Malahan, dia betah berada di lokasi syuting tuh. Karena Stuart senang bisa tukar pikiran dan bercandaan dengan para kru dan teman-teman aktingnya. Ya...memang begitu resiko menjadi pemain sinetron stripping, Stuart.

Wega Nanda "Jadi Tokoh Antagonis"

Nama Lengkap : Wega Nanda Marissa Nickname : Wega TTL : Jakarta, 9 Mei 1992 Hobi : Mendengarkan musik Tempat Hangout : Mall Makanan Favorit : Nasi goreng Tinggi Badan : 170 cm Prestasi : Juara I Modelling Kategori Putri Remaja Sinetron : FTV RCTI (Balikin Body Gue, Playboy Lupa Ingatan, Let’s Dance), Sinetron RCTI (Cinderella, Cinta Bunga), Legenda Trans TV (Dendam Danau Tak Salah, Legenda Leungli), Sinetron Indosiar (Cinta). Iklan : CAB Lines, Izzi Body Mist, Polling SMS Kalau ditanya soal kegiatannya sehari-hari, Wega mengaku sedang sibuk sekolah dan syuting sebuah sinetron. Mm, sinetron apa sih Wega? "Aku sekarang lagi syuting ‘Dia Bukan Cinderella’. Disitu aku jadi Nyit-Nyit. Kalau soal peranku, yaa... agak antagonis sich," ungkap Wega saat dihubungi TrenDI melalui telepon selulernya. Ternyata, di tengah-tengah kesibukannya untuk syuting sinetron itu, cewek yang duduk di bangku kelas I SMUN 30 Jakarta ini masih menyempatkan diri untuk les Bahasa Inggris lho! Hmm...patut dicontoh nih. Semua Bermula dari Bentuk Management Sejak menjuarai pemilihan model tahun 2007 lalu, Wega masuk ke dalam suatu agency bernama Bentuk Management. Dari situlah karir Wega dimulai. Tawaran sinetron dan iklan mulai membanjir. "Setelah di Bentuk Management, aku mulai diajak casting-casting gitu, ya sinetron, ya iklan. Yang paling baru, iklan ‘Izzi Body Mist Cologne’. Dan sekarang, aku lagi sibuk persiapan roadshow-nya Izzi lho. Tunggu ya di kota-kota kamu," tambah cewek yang doyan dengerin lagu-lagu Barat bernuansa oldiest ini. Nah, sudah sukses seperti sekarang, pasti nggak lepas dari dukungan orang terdekat. Ngomong-ngomong siapa sih yang paling mendukung karirmu? Cewek yang nggak doyan masakan pedas ini menjawab dengan mantap, "Yang pasti keluarga. Mereka mendukung banget. Asalkan aku bisa mempertahankan prestasi di sekolah biar nggak turun." Kalau Pas Nggak Ada Syuting Ternyata, Wega suka JJS alias jalan-jalan santai dengan teman-temannya di Bentuk Management kalau lagi nggak ada syuting. "Kalau lagi nggak ada syuting, biasanya kalau nggak ke mall, ya nonton. Yang paling sering sih ya sama temen-temen se-agency. Tapi, paling sering waktu kosongku aku buat les. Kalau nggak gitu ya nyelesaiin tugas sekolah," ujarnya. ah...ternyata, kamu tetap menomorsatukan sekolah ya, Wega... Salut deh buat kamu...!!

Sukses Buah dari Ketekunan

"Do The Best, atau selalu menjadi yang terbaik terhadap lingkungan sekitar, orang-orang terdekat, dan fokus dalam setiap pekerjaan yang diberikan kepada kita," ujar Irfandi Firmansyah Vice Presiden Telkomsel.
Karir
Setiap manusia mempunyai jalan sendiri, dan itu tergantung pada usaha orang tersebut sekeras apa dia berusaha, hal ini pernah di alami oleh bapak 3 anak ini "Saya memulai karir ini dari bawah saat saya berangkat kerja naik bis dan pulang naik bis, saya merasakan panasnya bis, macetnya jalanan, tapi semua saya nikmati, dan berusaha lebih baik lagi, sampai akhirnya saya bisa seperti sekarang".
Dibalik kesuksesan seseorang tak luput dari usaha dan kerja keras orang tersebut meraihnya, salah satunya adalah memulai dari bawah kemudian dengan kerja keras semua akan membuahkan hasil, kita bisa mengambil contoh dari bapak Irfandi Firmansyah, dengan ketekunan beliau, usaha keras, dan selalu memberikan yang terbaik kepada orang-orang di sekitarnya, serta fokus pada tugas yang diberikan kepada beliau, sampai akhirnya beliau memperoleh kesuksesan yang gemilang seperti ini.
Bapak yang memulai karirnya dari staff ini pernah bekerja di tempat lain sebelum di Telkomsel, "Semua bertahap, butuh waktu, dan semuanya dari bawah jadi saat kita di atas kita tetap menghargai orang lain dan saat kita dibawah kita tidak terlalu putus asa" Ucap bapak yang penuh karisma ini.
Masa Remaja Dan Pendidikan
Masa-masa SMA memang masa yang indah untuk sebagian orang terutama untuk orang-orang yang sukses seperti beliau, justru dengan berbagai pengalaman yang beliau rasakan pada waktu masa SMA dan kuliah menciptakan kemandirian untuk seorang yang sukses seperti Irfandi Firmansyah, "Waktu SMA saya di Denpasar dengan keluarga, Masa SMA benar-benar Streng, dari pihak sekolah pada waktu itu saya tidak boleh pakai sepeda motor, rambut harus pendek, benar-benar didikan yang Streng". seperti remaja umumnya, masa-masa SMA beliau sangat indah dan tidak bisa dilupakan sampai sekarang.
Setelah lulus dan beliau mulai melanjutkan ke Perguruan Tinggi di bandung, saat SMA beliau masih hidup dengan orang tua yang semua kebutuhan masih gampang diperoleh beda dengan masa kuliah saat beliau di tuntut untuk mandiri. "Beda dengan masa SMA dulu semua serba mudah ingin sesuatu tinggal ngomong orang tua langsung jadi, saat saya kuliah disini saya benar-benar di tuntut untuk mandiri, seperti ingin buat KTP saya harus buat sendiri, lapor RT sendiri & semuanya serba sendiri," ujar bapak yang mempunyai senyum ramah ini.
"Cuma dua hal yang bisa jadi modal utama untuk sukses, yang pertama kita di kampus yang dibangun itu pola berpikir. Dan yang kedua, karena saya aktif ikut organisasi itu contohnya saya ikut organisasi komunitas orang bali, dengan berorganisasi menjadikan kita menghargai orang lain, menjadi pendengar yang baik dan belajar untuk berbicara didepan orang banyak. Itulah yang menjadi kekuatan buat seseorang untuk meraih sukses. Walaupun saat itu tidak kita sadari, tapi setelah kita kerja baru tahu manfaat dari organisasi itu sendiri." Kata beliau yang mengambil jurusan farmasi di ITB.
Mungkin benar, masa muda itu masa indah, seru, tapi jangan lupa pada masa itu juga kita secara tidak langsung dituntut memilih jalan kesuksesan, di balik kesuksesan seorang Vice Presiden Telkomsel seperti Bapak Irfandi Firmansyah ada juga masa-masa indah tapi beliau tidak terlalu terlena dengan semua kesenangan tersebut, karena beliau tahu selain masa indah, seru, tapi masa itu juga adalah masa penentuan buat seseorang nanti kedepannya akan menjadi seperti apa.
Keluarga
Keluarga. Emm.. beliau tertawa karena ingat putri beliau yang paling kecil baru berusia 22 bulan, masih lucu "Lelah, cape, dan rasa jenuh saya dalam bekerja seketika hilang kalau ingat putri saya yang paling kecil, kelucuannya yang buat saya sangat terhibur".
Dengan jam terbang beliau yang sangat padat beliau selalu menyempatkan waktu untuk ketiga buah hatinya. "Dari Senin sampai Jum’at memang jam kerja saya padat, tapi selalu saya sempatkan setiap weekend saya selalu ada buat anak-anak dan istri saya" ujar bapak asli Bandung ini.
Walaupun tak bisa di pungkiri dengan kesibukan beliau, dan terlalu fokus dengan pekerjaan beliau akhirnya orang-orang disekitar sedikit terlupakan, tapi untung sang istri dan anak-anak beliau sangat mengerti dengan kesibukan beliau sehingga itu tidak menjadi boomerang.
Dibalik kesuksesan seseorang pasti ada orang-orang yang dicintai dibelakangnya yang selalu mendukung baik dari segi jasmani dan rohani, keluarga adalah salah satu faktor pendukung yang kuat untuk bapak yang sangat menyukai olah raga bola ini.
"Keluarga adalah kekuatan saya untuk terus maju, saya akan selalu berusaha menjadi dan memberikan yang terbaik untuk keluarga saya, saya bekerja untuk siapa lagi kalau bukan untuk keluarga, kemanapun saya tugas keluarga saya harus ikut". Kata beliau penuh semangat.
Telkomsel adalah operator nomor satu di Indonesia, yang memiliki pelanggan terbanyak dan jaringan terluas. Jangkauannya sudah dari Sabang sampai Merauke, perluasannya jaringannya bukan lagi tingkat kota dan kecamatan, tapi sudah sampai ke pedesaan. Dengan Telkomsel kita dengan mudah berkomunikasi dengan keluarga yang tinggal dipelosok yang belum terjangkau oleh telepon.
Belajarlah dari pengalaman, pesan orang-orang bijak. Soal belajar bisa darimana saja, tidak hanya di lingkungan formal. Menimba ilmu dari pengalaman orang sangat sukses biasa membuat kita selalu berfikiran positif. Ditengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, seakan mempengaruhi kita untuk sukses secara instan tanpa melewati perjuangan. Untuk itulah profil ini tetap hadir untuk mengingatkan para generasi muda arti keabadian sebuah perjalanan hidup. Apa dengan orang tua kita kaya lalu menjamin kita juga ikut sukses..! hemm...pikiran seperti itu harus dibuang jauh-jauh.
BackGround Karir :
Memulai karir di Telkomsel menjadi Staff pada tahun 1995,
Kemudian pada tahun 1999 menjadi Manager, 2003 menjadi Grand Manager,
Dan pada tahun 2007 beliau dipercaya untuk menjabat sebagai vice presiden Area Jawa dan Bali.

Tuesday, May 13, 2008

Bahasa Tubuh Lelaki

Sekarang jaman emansipasi, sudah waktunya bagi cewek buat melakukan hal apapun yang biasa dilakukan kaum cowok. Termasuk pedekate
(BACA: pendekatan). Untuk melancarkan pedekate, otomatis kamu harus tau
seluk-beluk gebetan. Mulai dari A sampai Z. Mulai dari apa yang dia suka, sampai memahami gesture tubuhnya. Eitz! Soal yang terakhir ini, kalau kamu salah mengartikan, bisa berabe jadinya. Makanya...simak baik-baik arti bahasa tubuh cowok di bawah ini yang sebenarnya mereka pun nggak pengen kamu tau.

BICARA KERAS.
Mungkin banyak kaum hawa menduga kalau cowok yang berbicara keras, menandakan bahwa dia kasar dan semaunya sendiri. Tapi ternyata, perilaku cowok yang seperti itu bukan karena dia tempramental lho! Tapi dia sedang mengalami krisis percaya diri, terutama saat ngobrol dengan lawan jenisnya. Di saat dia merasa kurang percaya diri, volume suaranya menjadi keras. Dan semua itu dilakukannya secara nggak sadar untuk menjadi pusat perhatian.

MENGUAP.
Kalau kamu sering menemui cowok ‘tukang nguap’, jangan buru-buru dijudge kalau dia sedang bosan atau capek. Ternyata, itu adalah tanda-tanda cowok yang sedang panik. Para ahli psikologi percaya kalau menguap sebenarnya merupakan sinyal alam bawah sadar manusia bahwa ada suatu masalah yang membuatnya nggak tenang alias galau. Atau bisa jadi, cowok yang sering menguap menandakan kalau dia sedang stress berat. So, kalau kamu nemuin cowok model ini, cepat-cepat deh cari topik yang bisa membuatnya nyaman.

MENGUSAP DAGU. Wah, siap-siap melayang ke
awan deh kalau lawan bicaramu sering mengusap dagu. Kenapa? Karena bukti
menunjukkan cowok yang sering mengusap dagunya saat ngobrol, tandanya dia terpesona dengan apa yang kamu katakan.

MENGUSAP MATA. Beda dengan yang ini.
Kalau ada cowok sering mengusap mata atau hidungnya, itu pertanda dia sedang berbohong. Jauh dalam hatinya, dia sebenarnya malu karena berdusta. Secara nggak sadar, dia mengedipkan matanya berkali-kali sebagai usaha untuk menutupi kebohongannya. Dan ini membuatnya sering mengusap mata.

KAKI BERGERAK-GERAK.
Biasanya cowok yang sering menggerak-gerakkan kakinya (salah satu atau
keduanya), menandakan dia sedang berpikir keras. Kalau dia menggerakkan kakinya saat ngobrol sama kamu, bisa jadi dia melamunkan hal lain dan nggak fokus dengan obrolan kalian.

MEMICINGKAN MATA. Kalau cowok memicingkan mata di tengah
obrolan kalian, itu artinya dia nggak ngerti dengan apa yang kamu katakan. Dia
berharap kamu memperjelas maksud omonganmu, atau bisa juga dia sedang mencerna isi pembicaraanmu.

UNAS dan Barometer Kompetensi Siswa

Unas sudah selesai, tinggal nunggu pengumuman. Pasti kamu-kamu deg-degan nunggu hasil, soalnya pertaruhan masa depan. Yang lulus pasti bersukacita, yang tidak lulus jangan putus asa. Masih banyak cara dan jalan menuju sukses. Untuk itu kita coba berbincang-bincang dengan konsultan pendidikan NEXT Education Center, Munif Chatib (CEO NEXT). Mudah-mudahan dengan pandangan yang disampaikan beliau bisa menjadi motivator buat kamu-kamu meraih sukses. Yang menjadi pertanyaan adalah, apa pandangan bapak terhadap sistem UNAS yang dilaksanakan oleh pemerintah dalam rangka penentuan kompetensi seorang siswa ? Menurut pandangan saya, untuk eksistensi ujian nasional itu harus dilihat dari dua hal, yang pertama kualitas soal itu sendiri, dan yang kedua fungsi dari soalnya. Kalau dilihat dari kualitas soal, UNAS masih menggunakan multiple choice (memilih-red) artinya jenis soal ini kalau dinilai dari ilmu otentik assessment (penilaian asli-red) maka jenis tes seperti sekarang ini masuk kedalam kualitas paling rendah dari sebuah tes pengetahuan. Kalau diumpamakan seperti susunan tangga maka posisinya ada pada tangga paling bawah. Karena sistem tes ini tidak mendidik anak untuk sampai pada tahap analisa, bahkan jawabannya bisa di bonda bandi melalui kancing baju. Sebenarnya penilaian terhadap kualitas soal kognitif ada 6 tangga, yaitu: pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisa, sintesa dan evaluasi. Bila keenam kriteria soal tersebut terpenuhi maka itulah hasil terbaik dari siswa. Yang kedua fungsi UNAS, semestinya bukan menjadi penilaian untuk standar kelulusan siswa dari satu jenjang ke jenjang berikutnya. Lebih baik bila fungsinya sebagai pemetaan kualitas pendidikan berdasarkan daerah dan sekolahnya. Sehingga pemerintah akan memperoleh nilai berdasarkan wilayah, dan akan diketahui bahwa antara daerah itu memiliki nilai dan pengetahuan yang berbeda-beda nilainya. Sebab belum tentu kualitas pendidikan antara perkotaan dan pedalaman itu sama kualitas pendidikannya, sama kualitas materi pelajarannya dan sama pula kualitas tenaga pengajarnya. Sementara fungsi UNAS yang di terapkan oleh pemerintah saat ini adalah menjadi standar kelulusan pelajar. Kalau kita lihat di negara-negara maju yang menjadi hak evaluator itu dimiliki oleh sekolah, tidak diintervensi oleh pemerintah. Hal ini memberikan keleluasan bagi masing-masing sekolah dapat memberi penilaian bagi anak didiknya. Karena sistem kita sudah ada untuk mengatur akreditasi suatu lembaga pendidikan. Dengan sistem penilaian langsung dari sekolah akan memberikan kesempatan bagi para guru untuk mengevaluasi anak didiknya sendiri karena mereka yang sering terlibat langsung dengan para siswanya dan cukup mengerti tentang siswanya, bukan diuji oleh orang yang tidak dikenal oleh siswa itu sendiri. Kalau sistem UNAS kita masih tergolong sistem penilaian yang paling rendah, seharusnya pemerintah mengubah sistem, membuat sistem UNAS yang berkualitas, Sebenarnya ada nggak niat pemerintah mengubah sistem ? Kalau bicara tetang sistem pendiddikan kita saat ini ada banyak factor yang mempengaruhi, ada factor politik, bisnis dan urusan perut. Sebenarnya orang-orang pemerintah ini cukup berkompetensi untuk membuat sistem pendidikan yang lebih baik. Kondisi UNAS saat ini cuma sebatas penilaian soal kognitif (multiple choice) yang rendah sekali. Apalagi dengan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dengan penilaian dari 3 ranah, pertama kognitif adalah daya pikir seseorang yang sifatnya sebatas menghafal pelajaran, psikomotorik adalah kemampuan seseorang untuk mencipta dan berkreasi, yang terakhir adalah afektif dinilai dari sikap dan value. Sementara UNAS kita saat ini cuma mewakili nilai kognitif yang rendah. Makanya lulusan SMU kita belum siap menghadapi lapangan kerja, berbeda betul dengan SMK diluar negeri para lulusannya mampu menciptakan lapangan kerja. Sementara lulusan kita masih repot cari kerja dan ironisnya nggak ada perusahaan yang maun menggunakan tenaga mereka. Diknas sendiri masih dalam pencarian bentuk untuk membuat sistem kurikulum terbaik dan cocok dengan dunia pendidikan Indonesia, seharusnya masalah ini sudah selesai dari dulu. Satu contoh kasus sistem kita tidak menemui kematangan, sebelum 2004 kurikulum kita BERBASIS MATERI dimana para pelajar dituntut TAHU APA?, setelah 2004 berbalik menjadi KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI dimana pelajar dituntut BISA APA ?. Tetapi dalam penerapannya menghadapi banyak maslah, sepertinya jalan ditempat tidak maju. Karena peraturan teknis pelaksanaanya tidak ada. Bila kita membuat suatu sistem kurikulum seharusnya di evaluasi setelah 10 tahun, bukan setiap tahun dievaluasi tidak cocok lalu diganti lagi. Terus kapan sistem kurikulumnya bagus. Yang kedua seharusnya dunia pendidikan itu jangan di muatin politik. Ada kerangka sistem yang tidak jelas, dimana kerangka kurikulum itu dapat dilakukan oleh sekolah. Ini juga jadi masalah, dimana kerangka kurikulum sudah selesai dibuat oleh masing-masing sekolah, kenapa yang melakukan ujian itu Diknas ?. Sistem pendidikan kita sebenarnya benang kusut yang ada ujungnya, ini kembali kepada kesadaran manusianya. Bahwa dunia pendidikan mesti dihindari dari factor-faktor politik, bisnis dan kepentingan pribadi. Sehausnya sistem pendidikan kita tidak hanya berorientasi pada kecerdasan pengetahuan saja, tapi harus menempa orang cerdas yang berakhlak mulia. Bila dunia pendidikan kita menghasilkan sarjana-sarjana yang jujur dan berakhlak baik, maka sistem kita dapat diperbaiki juga dengan baik. Apa pesan-pesan bagi para siswa yang sudah lulus dan yang tidak lulus ? Temukan kecenderungan kecerdasan dalam setiap lingkungan masing-masing pelajar, walau pun kecenderungan kecerdasan ini sangat kompleks. Hasil-hasil nilai kognitif sama sekali tidak menentikan nilai kecerdasan, apalgi sukses atau tidak sukses. Menurut penelitian malah IQ itu Cuma 6-20% mempengaruhi seseorang itu sukses, sedangkan 80 % adalah emotional question (kecerdasan emosi), Jadi nilai-nilai kognitif tidak perlu dikhawatirkan bila kurang bagus, lebih baik mencari kecenderungan kecerdasan yang kita miliki, karena belum tentu kita gagal dalm belajar berarti gagal semuanya. Boleh jadi kita memiliki kecerdasan yang lain, seperti music, olah raga atau menggali kreatifitas yang lainnya. Hal ini dapat dibantu melalui alat-alat uji komprtensi yang dilakukan NEXT seperti MIR (Multiple Intelligence Risearch). Fresh Graduate apapun tidak akan khawatir mencari pekerjaan, malah menjadi motivator bagi yang lain. Menjadi api yang dapat membakar api semangat membesarkan perusahaan itu sendiri. Kita mesti berani out of box (keluar dari sistem) karena sistem yang statis dan membelenggu akan membuat kita menjadi bodoh. Jadi harus keluar, karena orang-orang besar yang sukses adalah berani melakukan sesuatu diluar sistem.

Temukan Kondisi Akhir Terbaik Anda

Anda pasti kenal JK. Rowlins, penulis novel fiksi Harry Potter, wanita terkaya nomor 2 di planet bumi. Rowlins menemukan kondisi akhir terbaiknya pada usia 43 tahun dengan pertama kalinya ia menulis Harry Porter. Di Indonesia, ada Habiburahman El Shirazi, penulis novel populis Ayat-ayat Cinta, yang menemukan kondisi akhir terbaiknya tahun 2008 ini. Sebelumnya kita tidak mengenal Rowlins maupun Habiburahman. Kemana mereka? Lena Maria, seniman dari Swedia, seorang yang cacat fisik, tidak mempunyai tangan dan kaki kirinya pendek, namun sejak usia 5 tahun dia sudah menemukan kondisi akhir terbaiknya, menjadi pelukis kaki, perenang, dan pemusik. Jadi… apa sebenarnya yang dimaksud dengan kondisi akhir terbaik seseorang? Kondisi akhir terbaik adalah sebuah kondisi seseorang menemukan bakatnya yang mempunyai benefiditas untuk dirinya sendiri dan orang kebanyakan. Kondisi akhir terbaik akan mudah diketahui sejak dini apabila kita perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Bakat anak dikembangkan tanpa ada kekangan pada usia golsen age (0 sampai 7 tahun) 2. Mengetahui riwayat kecerdasan anak dengan Mulitple Intelligence Research (MIR) setiap periode tertentu, sehingga dapat dipantau perkembangan kecenderungan kecerdasannya setiap periode tertentu. 3. Memberi kesempatan yang luas kepada anak yang sudah diketahui kecenderungan kecerdasannya dengan MIR untuk mendalami aktivitas-aktivitas yang sesuai dengan kecenderungan kecerdasannya. 4. Memilih sekolah yang mengembangkan potensi dan bakat anak (human school), bukan sekolah yang malah membunuh kecerdasan anak (robotic school). 5. Mengambil bidang studi atau jurusan yang sesuai dengan kecenderungan kecerdasan, baik yang muncul menjadi bakat atau kemampuan yang disukai dan harus dipelajari lebih dalam. Semoga setiap dari kita secepatnya menemukan kondisi akhir terbaik kita. Apabila kita sudah merasa berbuat banyak untuk diri kita dan orang banyak dengan karya-karya kita, maka bersyukurlah. Anda sudah menemukan kondisi akhir terbaik Anda. (DR Munif Chatib CEO Next Sunergy)